NONA PAPUA DI BUNUH, DI TEMUKAN SETELAH HILANG JEJAK 2 HARI 3 MALAM

Oleh: Wayai Deto*)



NONA PAPUA DI BUNUH, DI TEMUKAN SETELAH HILANG JEJAK 2 HARI 3 MALAM


Pelanggaran HAM terhadap Orang Papua terjadi kembali. Namun, untuk ini beda. Pelanggarannya bukan hanya HAM. Ditambahkan dengan Penculikan dan Pemerkosaan (pelecehan seksual). Jadi, ada tiga. Yaitu: Penculikkan, Pelecehan seksual, dan Pelanggaran HAM.

Sabtu (01/05-10) Pukul 07:20an WI, telah ditemukan mayat orang papua berjenis kelamin wanita tepat di samping Rel Kereta Api Yogyakarta, Timoho (Samping Kampus STPMD/APMD).

Identitas Korban: (http://www.facebook.com/profile.php?id=100000129071549&ref=profile#!/jessica.elisabeth2)

Nama Lengkap : Jessica Elisabeth Isir (25 menjalan 26 tahun)
Kota Asal : Sorong (Ayam Aru), Lahir besar Kaimana
Kota skarang (saat masih bernafas) : Yogyakarta
Pekerjaan : Alumna STPMD "APMD" Yogyakarta '09, Political Science/IP
Aktivitas : Les, kos, gereja, dan Jalan-jalan.


Kronologi Kejadian:

Waktu terakhir dari rumah/Kos Rabu (28/05-10) Pukul 18:00-an WI. Ia meninggalkan rumah dan hilang jejak dari keluarganya dan dari orang dekatnya selama tiga malam dua hari. Selama itu, jejaknya tidak diketahui oleh siapa pun. Kami (Mahasiswa asal Papua) tahu saat ditemukan mayatnya tepat di samping Rel Kereta Api Yogyakarta, Timoho (Samping Kampus STPMD ”APMD”).

Kondisi Korban saat itu: Kaki terlipat, tangan lemas, tidak ada darah yang bercucuran, ada garukkan di Buah Dada, Celana dalam robek, celana luarnya ada (tapi, bagian bokongnya terturun), tasnya tertaruh jauh dari Korban, seluruh tubuhnya kebiruan, dan Aromanya sangat-sangat membusuk.

Korban langsung dibawah ke Rumah Sakit untuk di otopsi. Korban dibawah ke Rumah Sakit diperkirakan Pukul 09:00-an WI dan setelah di Otopsi Korban sudah ada di Peti kemudian tiba di Kamasan 01, Asrama Papua Yogyakarta Pukul 19:30-an WI. Hasil dari Otopsi akan diberitahukan pada hari Senin besok. “ kami baru saja otopsi dan hasilnya itu diperkirakan karena, kecelakaan. Namun, hasil pastinya kami belum bisa beri tahukan sekarang. Kami akan beri tahukan pada hari senin (besok lusa).” Ujar, dr. Prajipto.

Kondisi saat itu (tadi malam/malam minggu) memanas. Karena, beranjak dari Kejadian-kejadian yang lalu. Apalagi Korban kali ini adalah Wanita Papua.



Transisi Pelanggaran HAM saat dahulu dan saat ini di Yogyakarta Khususnya Orang Papua:

Saat dahulu dalam se-Tahun itu lebih dari satu mahasiswa Papua PASTI meninggal Dunia. Entah karena apa, itu tidak bisa dipastikan. Karena, hal itu disembunyikan oleh Pihak Kepolisian, warga terkait, dan pihak Rumah Sakit. Sehingga, dilihat dari cara meninggalnya dan bentuk fisiknya itu dikategorikan sebagai Pelanggaran HAM. Tahun berganti tahun pun sama.

Tetapi, untuk tahun-tahun ini sangat beda. Meninggalnya mahasiswa asal Papua bias di lihat di pergantian Bulan. Dalam tahun 2010 ini di Pertengahan Bulan Januari Mahasiswa Papua berjenis kelamin Pria, dipukul sampe babak belur dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Bhetesda Yogyakarta. Tempat kejadian di Maguoarjo, Yogyakarta. DI Bulan ini sama. Tetapi, beda jenis kelamin.
Hal ini, kalau dibiarkan sangat membahayakan mahasiswa Papua. Karena, Akibat dari itu TIDAK ADA TINDAK LANJUT DARI PIHAK KEPOLISIAN.


Akibat Dari Memanasnya Keadaan:

Beranjak dari “Transisi Pelanggaran HAM saat dahulu dan saat ini di Yogyakarta Khususnya Orang Papua” Apalagi Korban kali ini adalah Wanita Papua. Seluruh Mahasiswa yang ada di Yogyakarta ini meminta pertanggung jawaban dari Rakyat terkait dan meminta Pihak kepolisian untuk menindak lanjuti kasus ini. Sekaligus dengan kasus-kasus dahulu yang sampai saat ini belum ada kepastian. Namun, sayang semuanya dibalas dengan samurai dari rakyat setempat dan “senjata” dari pihak Kepolisian Yogyakarta.

Akhirnya, Mahasiswa Papua menyadari bahwa “ Lain ladang lain sawah, lain Negara lain masalah” bunyi pepatah. Sehingga, Kami (Mahasiswa Papua) berdiam dan hanya Berduka.

Saat berduka, Gerbang Asrama Papua ditutup dan depan Asrama Papua ditetapkan sejumlah Kepolisian dengan pakaian dan alat perang mereka. Mereka berjaga sampe saat ini.

Heheheheeee, sangat lucu. Seandainya jikalau manusia, bisa berpikir mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi, ini menggambarkan sebagai BINATANG DI ATAS BINATANG. Kalo kayak begini, bisa ditebak bahwa ini bersumber dari MASALAH POLITIK yang sampai saat ini masih memanas, yang mana ini merupakan Proyeknya Kepolisian dan para pekerjanya adalah rakyat Indonesia (Jawa) yang terkait.


Ungkapan Dari KAPOLDA DIY Saat berjumpa di Asrama Papua:

- Jam 05:00 WI, harus bersihkan jalan. Saat itu, mahasiswa Papua membakar ban sebagai simbol bahwa Kami ini kecewa dengan Kinerja Kepolisian saat kasus-kasus ini, sebagai perlawanan bahwa kami ini tidak mau melihat lagi KORBAN, dan kami tidak mau ada pandangan DISKRIMINASI terhadap Mahasiswa Papua,

- Ada dua opsi yang kalian Harus pilih. Yaitu: KAPOLDA DIY yang mengatasi ini atau Serahkan Kasus ini kepada kami sebagai pihak kepolisian yang bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu dekat,
- Kalian harus lebih jelih melihat semua ini. Ini bisa saja karena kecelakaan. Karena, posisi korban berada tepat di samping Rel Kereta Api,

- Sebenarnya tidak ada pandangan DISKRIMINASI. Sapa yang bilang itu. “Ujarnya.” Lalu Kenapa bisa ada Korban secara terus menerus? Ini harus kita pertanyakan!

- Saya lebih senang jujur. Karena, saya sebagai manusia dan juga sebagai KAPOLDA akan jujur terhadap kasus ini, dan

- Saya baru menjabat sebagai KAPOLDA DIY di tahun 2009. Dan kasus-kasus di tahun 2008 ke-atas (2007,2006, dan seterusnya) saya tidak tahu. Itu bukan ada pada saya. Kalau, di tahun 2009 dan 2010 ini saya akan atasi. Karena, ini adalah bagian dari tugas saya.


HASIL PENGAMATAN:

- Jika dilihat dari “Kronologi Kejadian,” maka 100% (murni) Pelanggaran HAM, Pelecehan Seksual, dan Penculikkan,

- Jika dilihat dari “Transisi Pelanggaran HAM saat dahulu dan saat ini di Yogyakarta Khususnya Orang Papua,” maka 100% (murni) DISKRIMINASI terhadap Mahasiswa Papua. Hal yang HARUS diketahui bahwa namanya Mahasiswa berarti memunyai background PENDIDIKAN. Dan jika dikaitkan dengan ini. Mahasiswa Papua itu bukan seperti yang ada pada pemikiran RAKYAT INDONESIA (JAWA).

Mahasiswa Papua adalah Mahasiswa yang layak menerima Ilmu di bidang (Jurusan) masing-masing. Buat apa datang jauh-jauh kemudian buat kasus di sini? Sangat tidak penting, dan itu sangat merugikan Pribadi sendiri, keluarga, dan masyarakat setempat. Kita ini Manuasia yang tahu mana yang baik / benar serta mana yang tidak baik / tidak benar.

- Jika dilihat dari “Akibat Dari Memanasnya Keadaan,” maka adanya propokator-propokator. Tetapi sesungguhnya ini adalah ungkapan Mahasiswa Papua yang ada di Yogyakarta yang mana meminta pertanggung jawaban dari Rakyat terkait dan meminta Pihak kepolisian untuk menindak lanjuti kasus ini. Sekaligus dengan kasus-kasus dahulu yang sampai saat ini belum ada kepastian.

- Jika dilihat dari “Ungkapan KAPOLDA DIY Saat berjumpa di Asrama Papua,” itu :

a. Tidak Penduli dengan Korban dan Keluarga besar Mahasiswa Papua yang sedang berduka,
b. Dari Opsinya saja, ini bisa dilihat bahwa Kepolisian mau menyembunyikan kasus ini,
c. Mau menyembunyikan FAKTA. Karena, kasus ini jelas bukan kecelakaan. tetapi, 100% (murni) Pelanggaran HAM, Pelecehan Seksual, dan Penculikkan. Dan sengaja ditinggalkan tepat di samping Rel Kereta Api agar dikirakan kecelakaan. Namun, dari kondisi korban saat itu, sama sekali tidak membuktikan kalau itu adalah kecelakaan. Itu HARUS diketahui,

d. Lalu Kenapa bisa ada Korban secara terus menerus? Ini harus kita pertanyakan!
e. Lalu kasus yang Pertengahan Bulan Januari Mahasiswa Papua berjenis kelamin Pria, dipukul sampe babak belur dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Bhetesda Yogyakarta. Itu kapan mau Jujur? Pihak Militer RI itu sudah dicap bahwa JUJUR sesuai HATI NURANI itu tidak ada dan tidak akan pernah, dan

f. Tidak peduli dengan kasu-kasus yang sudah lewati dan berusaha menyembunyikan kasus ini pula.

Jenasa telah dipulangkan senin tadi jam 17:00-an WI tujuan Kaimana tanpa membawa hasil Otopsi.
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000129071549&ref=profile#!/jessica.elisabeth2

Kesimpulan:
Mahasiswa Papua yang ada di Jawa ZONA DARURAT.

comment 0 komentar:

Poskan Komentar

.:: Kawan, Tinggalkan PESAN dulu! ::.

Delete this element to display blogger navbar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Powered by Blogger