TERJADI KEMBALI, PELANGGARAN HAM TERHADAP MAHASISWA ASAL PAPUA

Oleh: Waiyai DT*)





Me - Review
Lagi-lagi, telah terjadi kembali pelanggaran HAM berat dari Preman yang telah dikhususkan terhadap Mahasiswa asal Sorong, Papua. Yang pada tahun lalu (minggu, 06 Juni 2010) telah terjadi pada nona Papua sebut saja, Jessica Elisabeth Isir (25 menjalan 26 tahun) (http://wayai-deto.blogspot.com/2010/06/nona-papua-di-bunuh-di-temukan-setelah.html). Melihat dari data pada sumber yang ada, maka ini merupakan sebuah agenda khusus yang berantai. Karena, bukan hanya di tahun 2010 dan 2011 saja terjadi tindak kekerasan terhadap Mahasiswa Papua, di tahun-tahun sebelum tahun 2010 juga pernah terjadi kasus-kasus kekerasan yang serupa.

Saat itu pernah ada perjanjian antara Sri Sultan Hamengku Buwono X yang disimbolkan melalui pertukaran Alat Budaya antara 3 buah Anak Panah dan Wayang Kulit. Namun, kekerasan ini masih saja terjadi. Ada apa dibalik ini? Malahan Mahasiswa dan Pelajar Papua yang ada di Kota Study Yogyakarta dipersulit dengan kepentingan yang mengarah ke Pendidikan, Keamanan, dan Lingkungan.Bukan hanya itu, Mahasiswa dan Pelajar Papua distigma dengan sebutan; Pemiras, Negative thinking, Kriminal, dll.

Kronologis
Kronologis di sini akan disingkat dan jelas. Karena, berasal dari berbagai sumber; Saksi, Pihak korban, Pihak pelaku, dan Keluarga korban.

Tepatnya minggu (20/03-11) Pukul 20:00 - an WJ (Waktu Jogja), Amatus Titit (Korban / 21) saat berhadapan dengan sebuah counter Hand Phone (HP) tepat di depan Kampus STPMD "APMD" (http://www.apmd.ac.id/). Dan saat itu pula saling tawar - menawar terjadi antara Korban dan Penjual Pulsa di Counter HP itu. Korban pertahankan, " Isi dulu, kemudian akan dibayar," dan Pelaku pertahankan, " bayar dulu, baru akan diisi pulsanya." Diperkirakan hampir se-jam, Korban dan Pelaku saling tawar-menawar. Kerana tidak terima, Korban hendak mengayunkan tangannya ke Pelaku dan disusul buku (daftar nomor HP) mengena dipenjaga Counter itu. Sesaat sesudah itu, Korban tinggalkan tempat kejadian itu dan pergi ke kos temannya memakai becak, yang bertempat di Jln. Sapen, belakang Kampus Janabadra, Fakultas Hukum (http://www.janabadra.ac.id/index.php?option=com_content&limitstart=5 ). Sesampainya di sana, temannya tidak ada di kos.



Korban kembali menelusuri jejaknya yang tadi dilewatinya dan berada di depan Kampus STPMD "APMD" tepatnya di tempat kejadian tadi. Kemudian, ada seseorang yang tidak dikenal pemilik counter HP atau suruan. Kemudian menghadang perjalanan korban, pelaku tersebut adalah Orang asli Jawa berpostur Pendek pelaku langsung menghadang dengan menggunakan alat tajam berupa parang dan mengatakan, ”kamu yang tadi melempar saudara perempuanku" sambil mengayunkan parang ke arah kepala korban.

Korban hendak membela diri dan berlari, saat berlari hendak diteriakin, "maling...... maling....." Akibatnya, para warga pun ikut mengejar Korban ini. Korban berlari dan kehabisan darah, sehingga Korban pingsan tepat di Jln. Sapen, setelah melewati Rel Kereta Api.

Sasaran Yang mengenah Korba, oleh Karena Alat Tajam
Daerah Tangan dan Kepala. Tangan mencakup: Tulang dari tangan dan Bahu, Sedangkan daerah Kepala: Testa, Otak kiri, dan Otak belakang .

Identitas Korban
Korban adalah Mahasiswa Papua di Jakarta Barat, Tangerang tepatnya di Kampus UMN (http://www.unimedia.ac.id/). Rencananya mau transfer ke STPMD "APMD," sehingga Korban sudah se-minggu lebih di D.I.Yogyakarta. Nama Korban AMATUS TITIT (21 menjalan 22 Tahun). Bertempat di Jln. Sapen.

Proses Tindak Lanjut
Kasus Kekerasan ini yang bisa dikategorikan dalam kasus HAM Berat, diselesaikan dengan kepala dingin melalui jalur Hukum yang ada oleh Sesepu, Senioritas, dan Semua Mahasiswa dan Pelajar Papua yang ada di D.I.Yogyakarta. Hingga saat ini masih dalam Proses, entah kapan selesai prosesnya...?

comment 3 komentar:

Anonim mengatakan...

Trimakasi atas infonya nai. Ini informasi penting ni. Harap informasikan terus.

Toyin O. on April 12, 2011 mengatakan...

Nice looking blog:)

Lisa Tabuni mengatakan...

Makanya Bung adat buruk di kampung sendiri jangan dibawa ke kampung orang. Jangan juga jadi anak manja yang inginnya diistimewakan oleh Komnas HAM. Jika anda tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, kemanapun anda pergi, anda tidak akan selamat. Ingat firman Tuhan agar selamat.

Poskan Komentar

.:: Kawan, Tinggalkan PESAN dulu! ::.

Delete this element to display blogger navbar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Powered by Blogger